header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Pandangan Tentang Dosa Dewasa Ini

User Rating:  / 2
PoorBest 

Pengantar

Dunia dewasa ini semakin maju. Pandangan dan gaya hidup semakin beragam. Dalam banyak hal, orang tidak mau lagi tunduk kepada hukum kodrat, apalagi hukum ilahi. Setelah ditelusuri, ternyata penyebab semua ini adalah arus pemikiran yang pada mulanya muncul di Eropa lalu berkembang ke seluruh dunia. Arus pemikiran itu adalah individualisme. Individualisme menempatkan individu sebagai realitas yang berdiri sendiri, sebagai otonomi bebas yang bergerak di luar kungkungan jerat budaya, agama, etika, hukum, dll. Dalam pandangan individualisme, kebebasan individu berada di atas segalanya.

Individualisme melahirkan materialisme yang meniadakan sesuatu yang ilahi. Pandangan ini dapat diringkas dengan ”yang ada adalah yang dapat dilihat, diraba, dirasakan oleh indra.” Pandangan ini memporak-porandakan agama atau iman yang persis memiliki fondasi ilahi. Bagi kaum individualis dan materialis, surga itu mimpi, sedangkan dosa itu manusiawi dan merupakan bagian dari kelemahan psikologis.

 

Kehilangan Kesadaran Dosa

Akibat dari individualisme dan materialisme adalah munculnya krisis kesadaran manusia modern tentang dosa. Krisis ini bisa diwakili oleh pandangan ”hari gini masih berbicara dan berpikir tentang dosa?” Ungkapan ini sebetulnya mau mengatakan bahwa dosa itu adalah istilah kuno yang sekarang tidak patut dibicarakan, tidak memiliki makna bagi orang modern. Dosa tidak relevan lagi untuk dibicarakan, alias sudah ketinggalan zaman. Krisis kesadaran akan dosa ini sebenarnya sudah dibaca oleh Paus Leo XIII ketika ia mengatakan, ”Dosa terbesar jaman ini adalah manusia kehilangan rasa berdosa.”

Krisis kesadaran ini ditandai oleh banyaknya istilah yang sebenarnya sebagai bentuk bahasa lembut dari dosa. Kecenderungan tidak menggunakan istilah ”dosa” menunjukkan keengganan manusia jaman sekarang untuk mengakui perbuatan-perbuatan tertentu sebagai sungguh-sungguh dosa pribadi yang menuntut pertobatan. Beberapa ungkapan dewasa ini yang dipakai sebagai bentuk halus dari ungkapan dosa antara lain: kesalahan, salah perhitungan, kekeliruan, kurang studi kelayakan, belum profesional, kelalaian, human error, kelemahan manusiawi, hanya perbedaan persepsi, dll.

Manusia dewasa ini sesungguhnya kehilangan rasa rohani yang sebetulnya melekat erat dalam dirinya. Dengan tidak adanya rasa rohani maka rasa dosa pun akan hilang. Kehilangan rasa dosa tidak saja pada orang-orang non Katolik, tetapi juga pada orang-orang Katolik. Akibatnya Sakramen Tobat kurang dihayati. Lihat saja pada masa Adven dan PraPaskah─yang hanya sekali setahun─hanya sedikit orang yang antri untuk menerima Sakramen Tobat (Sakramen Pengakuan Dosa) di paroki-paroki. Kalaupun ada orang yang datang pengakuan dosa pada kedua masa ini, seringkali terkesan ”terpaksa”. Kesadaran yang muncul dari dalam diri sendiri tidak ada lagi.

Oleh karena itu, di tengah kehilangan kesadaran manusia dewasa ini akan dosa, perlulah kembali pada teologi tentang dosa. Tentu saja refleksi ini sangat berkaitan dengan iman. Sebab tanpa kembali ke titik tolak iman, dosa tidak ada artinya.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting