User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

Orangtua mendampingi anaknya untuk mengajar berdoa

Idealnya latihanmeditasi anak dilakukan bersama orangtua atau paling tidak, didampingi orangtuanya. Yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengatur posisi anak, bisa duduk bersila di lantai atau duduk di kursi. Meditasi dimulai dengan mengatur nafas, setelah masuk dalam meditasi bisa menyebutkan Nama Tuhan (misalnya Nama Yesus, menurut ritme pernafasan).

Setelah 10-15 menit meditasi, anak bisa diajak break (istirahat) dengan mengajak anak-anak berjalan-jalan ke taman. Anak diminta untuk memperhatikan taman. Dengan kegiatan itu ternyata mereka tidak bosan duduk meditasi. Saat memperhatikan taman, sebenarnya anak juga masuk dalam keadaan meditasi. Dengan memperhatikan daun dan seratnya, bunga, kupu-kupu, proses permenungan ini membuat anak lebih menyayangi makhluk lain.

Jadi pada dasarnya keluarga-keluarga Kristiani dapat melatih anaknya untuk melakukan doa batin atau meditasi sejak dini, untuk membantu perkembangan kepribadian si anak sehingga anak-anak dapat bertumbuh menjadi pribadi yang mampu mencintai, kreatif, sabar, kuat, utuh, bertanggungjawab, gembira, dapat menghargai nilai-nilai luhur dalam kehidupannya seperti yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri. Yesus sangat mencintai anak-anak, Yesus memanggil anak-anak untuk berada dekat dengan-Nya, Yesus menjamah mereka dan memberkati mereka semua.

KELUARGA-KELUARGA KRISTIANI YANG BERDOA, MENCETAK INSAN-INSAN ALLAH

Keluarga-keluarga yang berdoa membantu setiap anggotanya untuk menjadi manusia yang utuh, manusia-manusia yang takut akan Tuhan. Keluarga-keluarga yang berdoa dan saling mencintai akan membentuk insan-insan Allah yang menghargai nilai-nilai:

  • Kebenaran bukan kepalsuan.
  • Kebaikan, bukan kejahatan
  • Keindahan bukan sesuatu yang jelek atau vulgar.
  • Kesatuan, kerukunan, semangat pengorbanan dan bukan pilihan-pilihan sekehendak hati.
  • Kehidupan yang hidup, bukan kematian, bukan pula kehidupan bagai mesin.
  • Keunikan, yang menghargai seorang pribadi sebagai ciptaan Allah atau gambar Allah yang berharga dan berbeda satu dengan yang lain, dan bukan keseragaman.
  • Kesempurnaan dan kepastian, bukan hal yang asal-asalan, ketidakkonsistenan atau kebetulan.
  • Penyelesaian, bukan keterbengkalaian.
  • Keadilan dan keteraturan, bukan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.
  • Kesederhanaan, bukan kerumitan-kerumitan yang tidak perlu.
  • Keriangan dan kegembiraan, bukan sesuatu yang kasar dan melukai.
  • Ketergantungan kepada Allah dan bukan mengandalkan diri sendiri.
  • Kebermaknaan hidup bagi Tuhan dan sesama, bukan kehampaan dan kehancuran.

Keluarga-keluarga yang berdoa dan saling mengasihi diharapkan dapat ikut membangun bangsa dan negara yang lebih baik, masyarakat yang beriman, dan menjadi kader-kader Gereja yang dapat menjadi saksi-saksi Kristus yang handal pada zaman ini.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting