User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

KELUARGA YANG BERDOA DAN KELUARGA YANG MENCINTA

Doa dibutuhkan oleh anak-anak dan keluarga. Bila keluarga berdoa bersama, Allah akan hadir dan merajai keluarga itu. Allah Sang sumber kasih akan menjiwai setiap anggota keluarga sehingga dapat saling mengasihi satu sama lain, sebagaimana Allah telah lebih dahulu mengasihi kita.

Anak-anak perlu belajar berdoa dan orangtua juga perlu berdoa bersama mereka. Bila keluarga tidak berdoa maka sulitlah menjadi suci. Doa dapat menguatkan kita dalam iman. Dalam keluargalah anak-anak mendapat pembentukan hidup rohani, maka kehidupan doa dalam keluarga harus ditumbuhkan dan dipelihara.

Pada zaman ini banyak keluarga-keluarga tidak berdoa bersama, atau bahkan melupakan doa. Akibatnya mereka kehilangan rasa ketergantungan kepada Allah. Kehilangan kebijaksanaan dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Akibatnya anak-anak menjadi sulit diatur dan tumbuh sebagai anak-anak yang mudahmengikuti kehendak sendiri dan tidak jarang terbawa kepada jalan yang sesat.

Pada zaman ini ada begitu banyak penderitaan di dalam keluarga-keluarga di seluruh dunia, maka doa dan sikap mengampuni semakin dibutuhkan. Banyak keluarga mengalami konflik, keretakan, relasi yang tidak harmonis bahkan perceraian, masing-masing anggota keluarga terluka karena dosa-dosa. Maka dibutuhkan sikap saling mendoakan dan mengampuni agar terciptalah damai di dalam keluarga. Berdoa dan mengampuni merupakan sarana menuju keluarga yang saling mencintai satu sama lain. Penghayatan sakramen-sakramen, merenungkan sabda Tuhan, berbagi suka dan duka melalui sharing iman dan semangat melayani sesama, masyarakat, dan Gereja dapat menjadikan keluarga-keluarga Kristiani bersinar di tengah-tengah kegelapan dunia ini. Keluarga-keluarga Kristiani dipanggil untuk menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini, menjadi garam dan terang dunia.

ALLAH DAPAT MEMULIHKAN KELUARGA-KELUARGA YANG BERMASALAH MELALUI DOA

Allah dapat memulihkan keluarga-keluarga yang bermasalah. Allah Sang seniman dapat memperbaiki apa yang telah rusak dalam keluarga-keluarga pada zaman ini. Bejana-bejana yang sudah rusak atau pecah karena dosa dapat diperbaiki lagi menjadi bejana-bejana yang indah menurut pandangan-Nya (Yer 18:1-3).

Sebagai teladan dalam Gereja kita dapat melihat keluarga St. Monika. Doa dan airmata St. Monika telah mempertobatkan anaknya St. Agustinus dan suaminya Patrisius dari kehidupan duniawi yang tidak berkenan kepada Allah. Ketekunan St. Monika sebagai seorang ibu yang rajin berdoa dan beriman telah mengubah Agustinus menjadi orang suci dan membawa Patrisius suaminya yang kafir untuk semakin mengenal dan menyerahkan hidupnya kepada Yesus Sang Juruselamat. Doa yang dipanjatkan St. Monika berpuluh-puluh tahun membuahkan pertobatan bagi suami dan anaknya tercinta. Bahkan mereka menjadi orang-orang kudus dalam Gereja.

MELATIH ANAK-ANAK BERDOA SEJAK DINI (TINJAUAN PSIKO-SPIRITUAL)

Marah, benci, kecewa, dapat menimbulkan tindakan-tindakan agresif yang dapat merusak keluarga-keluarga. Maka perlu latihan-latihan rohani untuk mengubah emosi yang negatif menjadi positif atau dapat disebut denganmeningkatkan kecerdasan emosi.

Kecerdasan emosi dapat dilatih, misalnya:

  • Ketika masih kecil, kita sering diajari untuk mengatakan terima kasih ketika diberi sesuatu, menghormati orang lain, tidak cepat marah ketika tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.
  • Kecerdasan emosi dapat dimulai dengan selalu berpikiran positif, otomatis dalam merasakan, berbicara, bertindak pun akan positif juga. (Sebagai manusia tidak luput dari frustasi dan kekecewaan, namun dalam situasi seperti itu, yang dilakukan adalah dengan mengenali perasaan negatif itu dan kemudian mengubahnya menjadi positif)

Meditasi atau doa batin akan memberikan manfaat untuk meningkatkan kesadaran, konsentrasi, dan kemampuan kognitif, meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting