header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Mengontemplasikan Hidup Maria

User Rating:  / 1
PoorBest 

Dalam rangka mempersiapkan perayaan Yubileum Agung Tahun 2000, fokus persiapan dan renungan Gereja sepanjang tahun 1998 ini adalah tentang Roh Kudus, kehadiran dan peranannya dalam hidup Gereja. Tema ini merupakan kesatuan tak terpisahkan dan tema Allah Tritunggal yang direnungkan selama tiga tahun terakhir menjelang hari “H” tahun 2000.

Sebagai pribadi yang telah dikuduskan oleh Roh Kudus sendiri, kita diajak oleh Bapa Suci supaya memiliki penghargaan yang baru akan kehadiran dan karya Roh Kudus dalam Gereja (lih. Surat Apostolik Kedatangan Milenium Ketiga no. 45). Sebab “Gereja tidak dapat mempersiapkan diri untuk menyambut milenium yang baru itu dengan cara lain daripada dalam Roh Kudus” (KMK no. 44), demikian Bapa Suci membangkitkan kesadaran Gereja universal. Ditegaskan lagi, “Apa yang telah dilaksanakan dengan kekuatan Roh Kudus dalam ‘kepenuhan atau kegenapan waktu’ sekarang ini dapat muncul dan kenang-kenangan Gereja hanya oleh karena kekuatan-Nya” (Ibid.).

Dengan kekuatan Roh Kudus dalam ‘kegenapan waktu’, Allah menyatakan rencana penyelamatanNya. Yakni, Ia menyiapkan Maria sejak awal hidupnya secara istimewa. Dan dalam kegenapan waktu itu, Allah memanggil Maria untuk mengandung dan melahirkan Yesus, Putera Allah. Sebab, “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dan dosa mereka” (Mat 1:21). Dalam hal ini, kesediaan Maria ikut menentukan jalannya sejarah penyelamatan Allah bagi manusia.

 

1. Mengontemplasikan Hidup Maria

Dalam merenungkan misteri Allah Tritunggal selama tiga tahun terakhir menjelang perayaan Yubileum Agung Tahun 2000, kita tidak bisa melupakan Maria dan kehadirannya dalam Gereja. Meskipun, ia tidak bisa disejajarkan dengan Allah Tritunggal. Karena itu, menyadari kehadiran Maria dalam Gereja, terlebih menjelang milenium ketiga ini, adalah penting.

Paus Yohanes Paulus II dalam Ensiklik Redemptoris Mater (Bunda Penebus) yang dimaklumkan pada tanggal 25 Maret 1987 mengatakan:
“Kita umat Kristen, yang mengetahui bahwa rencana penyelamatan Tritunggal Mahakudus merupakan kenyataan yang sentral dan wahyu dan iman, sewajarnya merasa terdorong untuk pada masa terakhir milenium kedua mengemukakan kehadiran yang istimewa Bunda Kristus dalam sejarah, khususnya dalam tahun-tahun terakhir menjelang tahun 2000” (Redemptoris Mater no. 3).

Itulah sebabnya, dalam merenungkan tentang Allah Tritunggal, Bapa Suci lewat Surat Apostolik Kedatangan Milenium Ketiga tertanggal 10 Nopember 1994 juga mengajak Gereja untuk mengkontemplasikan hidup Maria: hubungannya antara Maria dan Yesus Kristus (1997), Maria dan Roh Kudus (1998) dan Maria dan Allah Bapa (1999). Seperti dalam Tahun Roh Kudus ini, tentang Maria Bapa Suci mengatakan demikian:

“Maria, yang mengandung Sabda yang Menjelma oleh kuasa Roh Kudus dan kemudian dalam seluruh hidupnya mempersilakan dirinya dibimbing oleh kegiatan-Nya di dalam batinnya, akan kita kontemplasikan dan kita teladani selama tahun ini, terlebih-lebih sebagai wanita yang patuh setia kepada suara Roh, wanita yang diam penuh perhatian, wanita penuh pengharapan yang, seperti Abraham, menerima kehendak Allah ‘dengan pengharapan sekalipun tidak ada dasar untuk berharap’ (lh. Rm 4:18)” (KMK no. 48).

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting