header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Santo Bonaventura

User Rating:  / 2
PoorBest 

Kehidupan Santo Fransiskus dari Asisi sungguh mengagumkan banyak orang, baik orang-orang sezamannya maupun orang-orang yang hidup di zaman ini. Salah seorang yang begitu tertarik dengan gaya hidup dan kesalehan Santo Fransiskus dari Asisi adalah Santo Bonaventura. Karena begitu terpesona oleh Santo Fransiskus, maka Santo Bonaventura memutuskan untuk meneladan gaya hidup dan kesalehannya. Ia bergabung dengan ordo yang didirikan Santo Fransiskus, yaitu Ordo Saudara-saudara Hina Dina (OFM The Order of Friar Minor). Bahkan ia menjadi orang kudus besar, baik dalam Gereja Katolik maupun dalam ordonya. Santo Bonaventura kemudian dikenal dengan julukan “Doktor Serafim” (The Seraphic Doctor) karena ajaran, tulisan, dan perkataannya seperti api ilahi, yang dapat mengobarkan cinta manusia kepada Allah.

 

awal masa hidupnya

Tidak banyak yang diketahui mengenai masa kecil Santo Bonaventura. Menurut tradisi, Santo Bonaventura diyakini lahir sekitar tahun 1221 di Bagnorea—Latium, dekat Viterbo, Italia. Nama aslinya adalah Giovanni di Fidanza.Ayahnya adalah seorang dokter bernama Giovanni di Fidanza, sedangkan ibunya bernama Maria Ritella. Waktu kecil, ia terkena sakit parah yang membuatnya hampir mati. Namun ibunya berdoa melalui perantaraan doa dari Santo Fransiskus dari Asisi dan akhirnya sembuh secara ajaib.

  Ia menerima pendidikan awalnya di sekolah Fransiskan di Bagnorea. Dia menunjukkan kemampuan akademik yang sangat baik. Kemudian ia melanjutkan studinya di Universitas Paris pada tahun 1235. Tahun 1243 ia memperoleh gelar S2 dan kemudian memutuskan untuk bergabung dalam Ordo Fransiskan. Setelah menerima jubah Fransiskan, ia mengubah namanya menjadi Bonaventura, yang artinya nasib baik atau keberuntungan.

  Selama lima tahun ia belajar filsafat dan teologi di Universitas Paris. Ia dibimbing oleh Aleksander dari Hales (Fransiskan pertama yang memperoleh gelar doktor di tempat ini) dan Yohanes dari Rochelle (murid Aleksander). Tahun 1248-1257, ia menjadi pengajar teologi dan Kitab Suci bagi saudara-saudara Fransiskan lainnya. Tahun 1250-1253, ia memberikan pelajaran dari buku-buku pendapat/pemikiran teologis Peter Lombard (ditulis sekitar abad ke-12) sekaligus ia mempersiapkan dirinya untuk mendapatkan lisensiat dan doktoral teologinya di Universitas Paris.

Pada tahun 1252, ia bertemu dan kemudian bersahabat dengan Santo Thomas Aquinas yang juga sedang menyelesaikan studinya di Universitas Paris. Santo Bonaventura bersama dengan Santo Thomas Aquinas bekerja sama untuk mempertahankan ordonya masing-masing dan seluruh hidup religius yang menekankan kemiskinan, terhadap serangan dari seorang penentang hidup religius, William dari Santo Amour. Takhta suci akhirnya mengambil tindakan terhadap masalah ini. Semua buku dari Santo Amour dinyatakan terkutuk.

Kontroversi awal dengan William dari Santo Amour adalah fase pertama dalam perjuangan panjang untuk memperoleh citra Fransiskan ideal yang dapat diterima di semua kalangan. Di kemudian hari, Santo Bonaventura harus menyelesaikan permasalahan yang sama terhadap Gerard dari Abbeville. Dia juga harus menahan saudara-saudaranya yang mengikuti konsep-konsep kenabian dari seorang Cistercian dari Calabria, yaitu Joachim Flora, yang juga mencari penetapan injil apokaliptik abadi di mana mereka akan menjadi bentara-bentara alam semesta. Pada skala yang lebih luas, Santo Bonaventura membantu untuk melawan bangkitnya Latin Averroism di arena filsafat di Paris.

Di lain waktu, ketika S. Bonaventura sedang menuliskan riwayat hidup S. Fransiskus dari Asisi, Santo Bonaventura menjadi begitu bersemangat seperti sedang mengalami ekstase, sehingga Santo Thomas berseru: “Mari kita biarkan seorang kudus menulis tentang seorang kudus.” Santo Bonaventura selalu bersikap rendah hati, meskipun buku-bukunya telah menjadikannya terkenal.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting