User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

 
Keluarga Perjanjian Baru

Kita sering mendengar tentang pasangan suami istri yang menghayati kehidupan berkeluarga dan menjadi kudus karena rahmat Allah yang tercurah bagi mereka. Salah satunya adalah S. Anna dan S. Yoakim, orang tua Santa Perawan Maria. Meskipun tidak termuat dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, mereka disebutkan dalam Injil Apokrif S. Yakobus, yang ditulis sekitar tahun 160 Masehi. Injil ini mengisahkan bagaimana S. Yoakim dikunjungi oleh malaikat yang bernubuat tentang kelahiran Maria. S. Anna yang telah bertahun-tahun lamanya berdoa mohon keturunan juga didatangi oleh malaikat yang bernubuat tentang kelahiran seorang anak baginya. Devosi kepada S. Anna telah berkembang berabad-abad lamanya dan banyak Gereja didirikan untuk menghormatinya. Ia dikenal sebagai teladan para ibu rumah tangga dan wanita pekerja. Pesta peringatan kedua orang kudus ini dirayakan pada tanggal 26 Juli.

Selain itu masih ada pasangan kudus lain yang termuat dalam Injil Lukas pasal satu yaitu suatu peristiwa yang mengharukan dan sangat menyentuh dan kehidupan S. Zakharia dan S. Elisabet yang memperoleh keturunan pada masa tua mereka. Pasangan ini telah mengira bahwa mereka sudah terlalu tua untuk mendapatkan seorang anak, akhirnya setelah penantian yang panjang dan pengalaman menjadi bisu yang dialami oleh Zakharia karena ragu-ragu akan kebenaran warta malaikat bahwa ia akan memperoleh keturunan, mereka menjadi orang tua dan S. Yohanes Pembabtis. Zakharia pun dapat berbicara kembali ketika ia selesai menamai anaknya Yohanes, sebagaimana dinubuatkan oleh malaikat yang menampakkan diri kepadanya.

Kisah yang indah tentang Maria dan Yusuf sebagai orang tua Yesus diceritakan beberapa kali dalam Injil. Pasangan keluarga kudus ini menjadi model dan keluarga-keluarga kristiani dalam mengejar kekudusan hidup mereka. Memang kita tidak dapat meragukan kekudusan S. Perawan Maria yang cukup bayak dikisahkan dalam Perjanjian Baru. Meskipun tidak banyak diceritakan dalam Injil dan tidak mengerjakan hal-hal yang sangat luar biasa, S. Yusuf sungguh-sungguk melayani Allah dengan iman yaitu memenuhi perannya sebagai ayah dan suami yang baik dan penuh kasih.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting