header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Maria dalam Kitab Suci (Bagian Ketiga)

User Rating:  / 2
PoorBest 

 

Mengapa kita tidak meneladan Kristus saja, seperti yang diperintahkan-Nya (“Belajarlah dan padaKu”)? Untuk apa kita meneladan Maria, padahal kita tidak diperintahkan untuk melakukan itu?

 
Jawab:

Arti yang sebenarnya dan hidup Kristen adalah menjadi seperti Kristus dan berusaha mewujudkan hal itu dalam hidup kita (bdk. Ef. 5:1-2). Dalam hal ini, Maria adalah seseorang yang dapat melakukan hal ini dengan lebih baik dibandingkan dengan manusia yang lain. Dalam dirinya, Rahmat Allah sungguh-sungguh menjadi nyata terlihat. Yesus adalah Penebus yang sempurna, kesempurnaan penebusan ini terwujud secara nyata dan sempurna dalam penebusan Maria. Oleh karena itu, dengan meneladan Maria dalam arti seperti ini, kita akan menjadi seperti Kristus sendiri. Dengan meneladan Maria dalam melakukan kebajikan-kebajikan Kristus dan dalam sikap meninggalkan segala kedosaan, tidak mengurangi usaha kita dalam meneladan Kristus, tetapi justru akan makin meneguhkan usaha kita. Paulus meneguhkan kebenaran ini dengan meminta umat di Korintus untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilakukannya karena semua yang dilakukannya itu adalah untuk meneladan Kristus, menjadi seperti Kristus (bdk. 1 Kor. 11:1).

Tetapi di dalam terang keagungan Kristus, ada hal-hal yang tidak dapat diteladani oleh kita sebagai manusia, misalnya, peran-Nya sebagai Pencipta (bdk. Ibr. 1:2), status-Nya sebagai pendiri Gereja (bdk. Mat. 16:18), peran-Nya sebagai kepala dan Tubuh Mistik (bdk. Kol 1:18), fungsi-Nya sebagai penebus dan sebagainya. Bagi kita, Maria menjadi model atau contoh kebajikan. Semua kebajikan yang dilakukan Maria, dapat kita lakukan. Jadi tidak ada yang tidak dapat kita teladani (sekalipun itu keadaannya yang tanpa noda dosa), setidaknya kita dapat berusaha untuk mewujudkan itu dalam diri kita.

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting