Print
Hits: 11900

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

 

Dalam kehidupan sehari-hari,

umumnya orang mengaitkan kata “sehat” hanya dengan kesehatan fisik

Kalau seseorang tidak sakit fisiknya, maka orang itu dikatakan sehat. Tetapi sehat, sebenarnya mencakup baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental dan jiwanya, dalam arti orang itu memiliki kepribadian dan kejiwaan yang utuh. Orang yang terganggu kesehatan mental dan jiwanya, kebanyakan juga akan mengalami gangguan pada kesehatan fisiknya. Hal ini sering kurang disadari sehingga banyak orang yang memang sakit secara fisik saja, tetapi penyebabnya adalah hal kejiwaan, hanya berusaha mengobati secara fisik saja, padahal dia membutuhkan pengobatan yang lain.

Kondisi manusia seperti inilah yang banyak dipelajari dalam psikologi, dengan tujuan untuk menolong manusia sendiri mengatasi gangguan-gangguan pada mental dan jiwanya (depresi, selalu merasa takut, cemas, ingin marah terus menerus dan sebagainya).

Beberapa tahun terakhir ini, muncul suatu praktek dalam dunia Kristen yang bertujuan sama dengan psikologi. Bila praktek baru ini dilihat sepintas lalu, maka kita akan menemukan adanya banyak kesamaan dengan Psikologi, entah dalam tujuan, cara, obyek, langkah-langkahnya dan sebagainya. Apakah penyembuhan batin itu? Marilah kita melihat dan mempelajarinya bersama-sama.

Penyembuhan Batin

Penyembuhan Batin adalah suatu cara untuk mengutuhkan kembali dan menyembuhkan seseorang yang mengalami ketidak-sehatan pada jiwanya. Sejak abad yang lampau, kita mengenal Ilmu Psikologi yang juga berbicara dan bertujuan menolong manusia yang mengalami gangguan pada kesehatan mental dan fisiknya. Tetapi kalau kita melihat segala penjelasan dan uraian yang diberikan, terlihat cara-cara yang digunakan hanya dapat menyentuh kulit luar jiwa dan mental orangnya, tidak sampai sungguh menyembuhkan secara utuh jiwa dan mental orang itu. Hal ini didukung oleh berbagai pengalaman orang-orang yang merasakan beda antara penyembuhan sementara melalui Ilmu Psikologi dan penyembuhan yang sesungguhnya melalui penyembuhan batin. Penyembuhan batin memang tidak lepas dan ilmu Psikologi, justru Psikologi sangat membantu dalam penyembuhan batin sejak dan awal di antaranya dapat kita lihat dalam:

Menentukan Sumber Luka Batin

Tidak seperti Psikologi yang hanya berhenti pada luka batin yang menyebabkan gangguan pada jiwa dan mental seseorang, penyembuhan batin berusaha mencari sumber atau akar yang menyebabkan seseorang luka batin. Cara yang dipakai untuk mencari sumber atau akar inilah yang diambil dan metode dalam Ilmu Psikologi. Dalam salah satu teori Psikologi dikatakan bahwa jiwa manusia adalah seperti gunung es di tengah laut. Yang muncul di permukaan air laut adalah bagian jiwa sadar dari manusia. Sedangkan bagian gunung yang tenggelam dalam laut adalah alam bawah sadar manusia yang ternyata lebih besar volumenya daripada jiwa sadarnya. Sumber dan luka batin berasal dan daerah ini. Bagaimana cara mencari sumber luka batin mi? Supaya kita dan pembimbing kita dapat mengetahui sumber luka batin itu, kita harus terbuka, menceritakan semua perasaan yang kita alami, sejak kapan hal itu dirasakan dan pada saat-saat apa serta mengapa ia sampai merasakan hal itu. Pembimbing atau pendamping diandaikan memiliki keahlian dalam mengolah jiwa manusia, walaupun mungkin Ia tidak menyadari dan tidak tahu istilah Psikologi. Bukankah Tuhan mau memakai setiap orang tanpa melihat apakah dia seorang psikolog atau psikiater?



Luka-Luka Batin

Luka-luka batin adalah luka dalam batin yang dialami oleh seseorang pada masa lampau, tetapi luka ini masih terasa sakitnya pada masa sekarang. Dalam dan dangkalnya luka batin inilah yang menentukan pola sikap dan tingkah laku manusia. Sebagai contoh, seorang wanita yang pada masa remajanya mengalami peristiwa yang menakutkan, setelah peristiwa itu ia akan sering merasa ketakutan tanpa sebab yang jelas. Makin menakutkan peristiwa itu, bekas yang tertinggal dalam jiwanya juga makin dalam. Dalam penyembuhan batin dikenal perumpamaan bahwa jiwa manusia itu seperti komputer canggih yang dapat merekam data-data pengalaman hidup dan menyimpannya terus sampai kemudian dapat dihapus. Oleh karena itu sumber luka batin juga bisa berasal dan semua tahap perkembangan hidup manusia:

 
1. Tahap sewaktu masih dalam kandungan

Mungkin sewaktu kita masih dalam kandungan ibu, sudah mengalami penolakan dan orang tua. Mungkin orang tua merasa belum siap atau belum mau punya anak atau tidak mau memiliki anak lagi sehingga mau digugurkan dan sebagainya. Hal di atas bisa menimbulkan luka batin, dan sikap-sikap yang ditunjukkan misalnya suka memberontak kepada orang tua, haus akan kasih sayang, cari perhatian dan sebagainya.


2. Tahap sewaktu dilahirkan

Mungkin proses kelahiran kita mengalami kesulitan, sehingga ibu harus dioperasi, hampir membuat ibu meninggal atau kesulitan yang lainnya. Hal di atas juga dapat menimbulkan luka batin yang ditunjukkan melalui sikap: takut sekali pada dokter, takut melihat alat suntik, sering merasa bersalah tanpa alasan, sedih tanpa alasan dan sebagainya.


3. Tahap masa bayi

Mungkin sejak bayi kita sudah diberikan pada orang lain atau diasuh orang lain. Orang tua tidak mau mengasuh karena sibuk bekerja, karena alasan ekonomi dan sebagainya. Biasanya anak yang diadopsi, walaupun dia diadopsi sejak bayi, anak ini akan tumbuh menjadi anak yang suka berontak, merasa kurang kasih sayang atau sebaliknya minder dan sebagainya.

4. Tahap masa kanak-kanak

Mungkin dalam keluarga kita sering dibanding-bandingkan dengan saudara yang lain. Atau sewaktu mulai masuk sekolah, ada peristiwa yang menyakitkan, baik oleh sikap guru maupun oleh sikap teman-teman.


5. Tahap masa remaja

Dalam Ilmu Psikologi, masa ini diakui sebagai masa yang penuh dengan gejolak, sudah mengenal cinta pada lawan jenis, sehingga tentunya memiliki banyak peristiwa yang dapat menggores hatinya, misalnya: putus pacar dan sebagainya.


6. Tahap masa dewasa

Dalam kehidupan berkeluarga, hubungan dengan suami, anak-anak, mertua dan sebagainya, juga bisa muncul peristiwa yang menyakitkan. Mungkin juga ada masalah dalam relasi dengan tetangga dan teman. Dalam hidup membiara, juga bisa muncul peritiwa yang menyakitkan sehingga banyak juga kaum imam, biarawan dan biarawati yang memiliki luka batin.



Langkah-Langkah dalam Penyembuhan Batin

Ada dua langkah dalam proses penyembuhan batin seseorang, yaitu meliputi:

1. Langkah Penyadaran

Pada langkah ini kita perlu menyadari bahwa kita menderita luka batin dan bahwa luka itu tidak bisa disembuhkan begitu saja melalui tangan manusia biasa. Oleh karena itu kita perlu juga menyadari pentingnya peranan rahmat Allah, yang kita wujudkan dengan sikap memohon serta penyerahan diri kepada Tuhan.


2. Langkah Mendoakan

Dalam langkah inilah, peranan rahmat sungguh menduduki posisi utama. Langkah penyadaran memang sudah membutuhkan rahmat, tetapi dalam langkah mendoakan, kita sepenuhnya tergantung pada rahmat itu. Langkah mendoakan ini terbagi lagi dalam:

 
a. Langkah pertobatan dan pengampunan

Bagaimanapun juga tidak ada manusia yang sempurna dan tidak memiliki kesalahan, oleh karena itu langkah pertama dalam berdoa adalah bertobat dan mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan, juga mohon supaya kita dapat mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita. Pengampunan merupakan syarat bagi penyembuhan batin sehingga hal mi hams dilakukan.

b. Langkah mendoakan

Berdoa penyembuhan batin harus dilakukan tahap demi tahap sesuai dengan tahap perkembangan manusia sejak dan dalam kandungan sampai dewasa. Metode yang dipakai adalah metode imajinasi iman. Bayangkanlah kembali semua peristiwa yang menyakitkan di masa lampau, rasakan kembali sakitnya, hadirkan Tuhan saat itu supaya Tuhan melihat bagaimana kita disakiti, kemudian serahkan semua pengalaman menyakitkan serta rasa sakit itu kepada penyelenggaraan Rahmat Tuhan agar Dia menghilangkan segala sakit itu. Suatu tanda yang sering terjadi adalah bila ia mengalami penyembuhan maka dalam proses membayangkan itu, Ia akan dapat membayangkan bahwa Ia sudah berdamai dengan si musuh. Bayangkan bahwa Yesus juga mencintai dan melimpahkan rahmat kepadanya. Biasanya orang yang sakit hati, tidak mungkin dapat membayangkan sesuatu yang baik tentang musuhnya. Oleh karena itu, cara ini dapat digunakan untuk menguji apakah kita sudah sembuh atau belum.


Buah-Buah Penyembuhan Batin

Secara logika murni penyembuhan batin memang sulit untuk dijelaskan, tetapi dalam kenyataan selama ini, banyak buah-buah positif yang dihasilkan melalui praktek pelayanan ini, yaitu pengutuhan kembali jiwa dan batin banyak orang, termasuk diri kita kalau kita mau. Misalnya orang yang dulunya mudah tersinggung, depresi, mudah marah, suka melawan atau memberontak dan sebagainya, bisa berubah sebaliknya, atau berubah 180 derajat dan sikap awalnya. Hal ini dialami dan dibuktikan oleh banyak orang.