Print
Hits: 17471

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Melalui Sakramen Baptis dan diteguhkan dalam Sakramen Krisma, setiap orang Kristen menerima Roh Kudus. Tujuannya adalah supaya mereka mengalami hidup yang baru yaitu hidup dalam Roh Kristus sendiri. Tetapi realitas yang sering ditemui, banyak orang Kristen yang tidak hidup sungguh-sungguh dalam imannya, dalam arti Roh Kudus yang telah diterimanya melalui sakramen itu tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal Roh Kudus memiiki peranan yang amat penting dalam hubungan manusia dengan Allah, seperti yang diakui dalam berbagai literatur asketik dan mistik. Roh Kudus adalah pemimpin dalam pengalaman ini. Akibatnya banyak orang yang mengalami peran Roh Kudus hanya dalam teori atau rasio saja, tidak dapat sungguh merasakan bahwa Dia adalah Roh Allah yang hidup.

Melalui acara Pencurahan Roh Kudus yang yang dapat kita temukan sebagai acara pokok dan bagian hakiki dari Pembaruan Karismatik, ingin mewujudkan kerinduan untuk sungguh mengalami kehadiran Roh Allah yang hidup ini. Doa pencurahan Roh Kudus bukan untuk menggantikan atau menunjukkan ketidakpercayaan pada sakramen, khususnya Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma, melainkan mengaktualisasikan sepenuhnya rahmat sakramen, sehingga Roh Allah dapat membawa orang kepada hidup doa, wawasan dan tingkah laku yang baru. Hal ini dapat terjadi karena adanya pelepasan kuasa Roh Kudus, yang sebenamya sudah hadir melalui sakramen, tetapi tidak dapat bekerja sepenuhnya mengarahkan manusia. Biasanya penyebab dan tidak terjadinya secara penuh kuasa Roh Kudus adalah karena unsur-unsur dari manusia itu sendiri. Misalnya ada dosa yang menghalangi karya Roh Kudus, atau adanya luka batin, dendam dan sebagainya. Oleh karena itu, sebelum diadakan doa Pencurahan Roh Kudus, orang yang mau didoakan harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, khususnya persiapan batin.

Ada beberapa persiapan dasar yang harus dilakukan setiap orang yang akan didoakan Pencurahan Roh Kudus.


Buah-Buah Pencurahan Roh Kudus

 Berdasarkan pengalaman tiap orang yang sudah berdoa untuk pencurahan Roh Kudus, banyak buah nyata yang dapat mereka alami yang semakin mendekatkan hubungan mereka dengan Tuhan. Buah-buah itu antara lain:

  1. Adanya Kesadaran baru akan kehadiran Kristus. Buah pertama yang dapat dirasakan secara nyata adalah kesadaran baru akan kehadiran Kristus dalam hidup kita sendiri. Kalau dulu mungkin kita hanya mengimani bahwa Kristus hadir, sekarang kita bukan hanya mengimani, tetapi juga merasakan secara nyata bahwa Tuhan hadir bersama kita, menyertai kita setiap saat. Selain itu, kita juga memiliki kesadaran baru akan kehadiran Kristus dalam Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat. Sakramen-sakramen adalah tanda kehadiran Allah atau simbol representatif Allah. Sebagai tanda, Sakramen bukanlah sekedar tanda seperti tanda tanda lalu-lintas, tetapi sebagai tanda yang sungguh-sungguh menghadirkan Allah, sehingga disebut simbol representatif. Maka dengan menerima Sakramen, sebenarnya kita menerima Allah sendiri dalam hidup kita. Karena Pencurahan Roh Kudus, kita dapat sungguh menghayati kehadiran Allah dalam Sakramen, baik dengan pikiran maupun dengan hati yang penuh cinta dan irnan. Tidak sekedar dihayati dalam teori dan pikiran saja.
  2. Dibawa kepada hidup doa yang mendalam. Buah yang lain dan Pencurahan Roh Kudus adalah kita dibawa ke dalam hidup doa yang mendalam. Berdasarkan kesaksian dan mereka yang sudah menerima Pencurahan Roh Kudus, mereka merasa adanya suatu kelaparan yang mendalam akan doa. Mereka merasa diajak untuk selalu berdoa, didorong untuk mencari waktu dan tempat untuk berada sendirian dengan Tuhan. Sebelum mengalami Pencurahan Roh Kudus, mereka mungkin merasa enggan dan sulit untuk berdoa, sekarang justru seakan-akan didorong untuk berdoa dan semakin mendekatkan din dengan Tuhan.
  3. Menemukan suatu sikap yang baru terhadap Kitab Suci. Buah ketiga ini merupakan buah yang diakui banyak kalangan dalarn hidup Gereja sebagai buah nyata yang positif dan Pencurahan Roh Kudus. Kita harus mengakui bahwa dalam Gereja Katolik, sedikit sekali umat yang dekat dengan Kitab Suci. Dan sedikit yang dekat dan mencintai Kitab Suci, yang paling banyak dan antara mereka ternyata sudah mengalami Pencurahan Roh Kudus. Akibat dan Pencurahan Roh Kudus, Roh Kudus menjadi bebas bekerja dalam diri kita untuk mengarahkan kita untuk selalu mencari Tuhan dan kehendakNya. Salah satu cara untuk mengetahui kehendak Tuhan adalah dengan mencoba mengerti apa yang diajarkan-Nya melalui Kitab Suci. Karena rahmat Roh Kudus ini, kita akan memiliki ketertarikan secara baru terhadap Sabda Kristus dan dapat memandang Sabda itu sebagai pembirnbing dan penerang dalam hidup kita. Muncul keinginan dan kerinduan untuk selalu membaca Kitab Suci.
  4. Menemukan pertolongan yang baru dalam menjalani hidup sesuai dengan moral Kristen. Banyak kesaksian yang mengatakan, “Sebelum menerima Pencurahan Roh Kudus, kami harus berjuang keras untuk melawan kuasa kuasa dosa dan kebiasaan-kebiasaan jelek. Tetapi setelah mengalami-Nya kami merasa heran dan takjub karena merasa mampu mengatasi satu kelemahan dengan lebih mudah.
  5. Menemukan kemudahan-kemudahan baru dalam mempraktekkan buah-buah dari Roh Kudus. Buah lain dari Pencurahan Roh Kudus adalah kemudahan untuk hidup secara baru yang diwarnai oleh buah-buah Roh Kudus, yaitu: cinta kasih, kesabaran, dan sebagainya. Misalnya: kesiapan dan kemudahan untuk mengampuni orang yang sudah menyakiti kita. Padahal mungkin sebelumnya sulit sekali untuk melakukan hal yang serupa. Atau contoh lain, kalau misalnya dulu kita mempunyai sifat yang pemarah, mudah tersinggung, setelah Pencurahan Roh Kudus menjadi lebih sabar dan tidak mudah tersinggung lagi.
  6. Bertumbuh dalam persatuan dengan Allah.  Setiap manusia dipanggil untuk mencapai kesempurnaan hidup, yaitu persatuan dengan Allah. Tetapi tidak banyak orang yang tahu dan sadar akan tujuan yang luhur ini. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka merasa dan melihat Allah sebagai sesuatu yang jauh dan abstrak. Kini melalui Pencurahan Roh Kudus, kita akan mengalami Allah sebagai Pribadi yang hidup, dapat dialami kehadiran-Nya dan sangat dekat sekali dengan kita. Pengalaman doa didorong oleh kerinduan dan cinta akan membawa pribadi kita kepada suatu hubungan pribadi dengan seluruh pribadi Tritunggal.

Jadi melalui Pencurahan Roh Kudus kita dibawa pada suatu pengalaman keagamaan, artinya bahwa seluruh imajinasi, memori dan perasaan, rasio dan kehendak disentuh oleh tindakan Allah. Berbagai buah Pencurahan Roh Kudus di atas, ternyata memiliki kesamaan dengan buah-buah karya Roh Kudus dalam Kitab Suci, khususnya dengan buah baptis dalam Roh Kudus, misalnya dalam Kis 10 : 44 - 48 yang menceritakan pertobatan Kornelius melalui Petrus. Dalam perikop ini, Petrus menyebutkan bahwa Kornelius telah dibaptis dalam Roh Kudus dan mengalami buah-buah yang nyata yaitu berbicara dalam Bahasa Roh dan memuji Allah. Petrus mempertanggung jawabkan kebenaran hal ini di depan para rasul di Yerusalem (bdk. Kis 11: 16-17).

Kemudian Paulus dalam ajarannya mengatakan bahwa Kristus telah mengaruniakan kepada umat, suatu hidup yang baru dan Roh-Nya berkomunikasi dengan mereka secara dinamis karena Dia adalah Roh yang sangat berkuasa (bdk. 1 Kor 2: 4 dan Rm 15:3) dan Dia yang menolong manusia untuk berdoa (Rom 8:26). Dalam kehidupan menggereja sekarang, Pencurahan Roh Kudus dimengerti sebagai doa permohonan iman yang sungguh-sungguh agar berkat rahmat Baptis dan Krisma, hidup umat digairahkan dan dipenuhi dengan kekuasaan Roh Kudus. Dalam peristiwa mi, orang dapat betul-betul mengalami kasih Allah secara mendalam sekali.