header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Pertumbuhan Hidup dalam Roh Kudus

User Rating:  / 2
PoorBest 

Pengantar

Hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus yang telah dicurahkan dalam hati kita lewat pembaptisan dan yang telah menjadikan kita sebagai anak-anak Allah. Yesus sendiri berkata, “Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5). Jika kita tidak dipenuhi oleh Roh Kudus, maka kita tidak akan menghasilkan buah rohani apapun. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa kita sangat membutuhkan bimbingan dan kuasa Roh Kudus.

Roh Kudus adalah Roh Kehidupan atau sumber yang memancar untuk hidup yang kekal (bdk. Yoh 4:14). Kita sangat memerlukan Roh Kudus, karena Dia menyadarkan kita akan dosa-dosa kita agar kita bertobat dengan sepenuh hati (bdk. Rm 8: 10-11). Roh Kudus tinggal dalam Gereja dan dalam hati umat beriman. Roh Kudus berdoa dan memberikan kesaksian tentang pengangkatan kita menjadi anak-anak Allah (bdk. Gal 4:6; Rm 8: 15-16). Roh Kudus mengantar Gereja kepada kebenaran (bdk. Yoh 16:13). Roh Kudus mempersatukan dan dalam pelayanan Dia melengkapi, membimbing kita dengan segala karunia-karunia-Nya (bdk. Gal 5:22; 1 Kor 12:4). Roh Kudus itulah yang memperbarui Gereja setiap waktu dan membawa umat-Nya untuk bersatu dengan Allah.

 

Bagaimana Caranya agar Kita Dipenuhi oleh Roh Kudus?

Langkah-langkah yang diperlukan agar kita dipenuhi oleh Roh Kudus adalah sebagai berikut:

  • Menguji Diri Sendiri (bdk. Kis 20:28, 1 Kor 11:28). Sejauh mana kita terbuka terhadap bimbingan dan kuasa Roh Kudus? Apakah kita sudah membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita setiap hari? bila buah-buah Roh ada dalam diri kita, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri (Gal 5:22-23), maka Roh Kudus bekerja dalam hidup kita. Akan tetapi, masalahnya apakah Allah sudah benar-benar bebas bekerja dalam hidup kita? Sudahkah kita memberi tempat supaya Allah membimbing kita dalam langkah-langkah hidup kita? Roh Kudus memimpin orang Kristen untuk melakukan perintah-perintah-Nya. Sebaiknya, kita memeriksa diri kita sendiri, apa yang menyebabkan kita tidak berbuah? Mungkin masih ada dosa-dosa yang menyebabkan Allah tidak dapat bekerja dengan bebas dalam diri kita.
  • Mengaku Dosa (bdk. 1 Yoh 1:9). Jika kita mengakui semua dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Allah akan mengampuni segala dosa kita dan Allah akan menyucikan kita dari segala kejahatan. Setelah menguji diri di bawah terang Roh Kudus, kita akan mengakui semua dosa yang diingatkan oleh Roh Kudus, termasuk segala sifat-sifat dari kehidupan kita yang tidak dijiwai oleh Roh Kudus. Dosa yang biasanya dilakukan itu bersumber dari ketujuh dosa pokok, yakni kesombongan, ketamakan, kedengkian, kemarahan, percabulan, kerakusan, dan kemalasan.
  • Menyerahkan Diri kepada Allah (bdk. Rm 6:11-13). Demikian hendaknya kamu memandang-Nya bahwa kamu telah mati bagi dosa tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu, hendaknya dosa janganlah berkuasa lagi dalam tubuhmu yang fana, supaya jangan lagi kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, melainkan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah sebagai senjata kebenaran. Supaya kita dapat dipenuhi oleh Roh Kudus, orang harus menyerahkan segenap dirinya kepada Allah, supaya orang melakukan kehendak-Nya. Bila kita tidak mau melakukan kehendak-Nya, maka kita menentang Allah bekerja dalam diri kita. Kalau kita tahu bahwa kita berdosa, maka kita tidak perlu takut untuk menyerahkan diri kepada-Nya (bdk. Rm 8:32). Allah pasti rindu agar kita menyerahkan diri kepada-Nya.  
  • Mintalah agar Anda Dipenuhi oleh Roh Kudus (bdk. Luk 11:13). Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberikan pemberian yang kepada anak-anakmu apalagi Bapamu yang ada di surga yang akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Setiap hari kita mohon kepada Roh Kudus agar Dia membimbing hidup kita seluruhnya. Dari pagi hingga malam hari, agar hidup kita terarah kepada kehendak Allah (lh. lagu “Datanglah ya Roh Pencipta” dan “Roh Kudus, datanglah” dalam Puji Syukur no. 565 dan 569). Mintalah, maka kamu akan diberi. Carilah, maka kamu akan mendapatkannya. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Roh Kudus adalah anugerah terbesar dalam Gereja, hanya Dia yang menguduskan dan menyucikan umat-Nya. Kalau kita terbuka terhadap Roh Kudus, maka Dia akan menguasai hidup kita.
  • Percayalah bahwa Roh Kudus telah Hadir di Hati Kita. Sebagai tanda kepercayaan kita kepada-Nya, maka kita mengucap syukur atas kehadiran-Nya dalam diri kita. Itulah sebabnya, kita senantiasa mengucap syukur dalam segala hal kepada Allah dalam Kristus Yesus oleh kuasa Roh Kudus-Nya (bdk. 1 Tes 5:18). Sifat-sifat kita yang amat buruk dapat diubah menjadi baik, dengan bantuan Roh Kudus dan rahmat Allah asalkan kita bersedia untuk diubah dan bekerja sama dengan Dia.   

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting