header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Maria dan Pembaruan Hidup Dalam Roh

User Rating:  / 3
PoorBest 

Roh Kudus Mengubah Hidup Maria

Kuasa Roh Kudus yang diterima oleh Maria sejak dalam kandungan itu selanjutnya memberi kesadaran yang terus menerus kepadanya bahwa seluruh keberadaannya adalah bait Allah dan bahwa Roh Kudus diam di dalam dirinya dengan cara yang sangat istimewa sekali. Dengan demikian, Maria telah ditentukan serta dijadikan makhluk yang serba baru oleh Roh Allah sendiri. Sejak saat itulah Roh Kudus terus berkarya dalam diri Maria. “Di dalam dia mulailah “karya-karya agung” Allah yang akan diselesaikan Roh dalam Kristus dan dalam Gereja.                

Keagungan Maria terletak dalam kerja samanya dengan Roh Kudus. Ia adalah model bagi semua orang Kristiani justru karena ia selalu menyerahkan diri kepada kuasa Roh Kudus yang menguasai seluruh hidupnya. Ia benar-benar tokoh Kristen yang paling karismatis karena setiap saat hidupnya yang selalu sadar untuk bekerjasama dengan gerak Roh Kudus dalam iman dan ketaatan.

Karena Roh Kudus yang tinggal dan memenuhi seluruh ada Maria maka seluruh tindakan dan seluruh hidupnya dijiwai oleh Roh Kudus sendiri, juga dalam misteri inkarnasi. Oleh karena Roh Kuduslah maka Maria mampu mengatakan “ya” pada kehendak Allah meskipun pada saat itu Hukum Taurat menentukan bahwa wanita yang hamil di luar nikah harus dirajam. Roh Kuduslah yang membuat Maria mampu mengambil resiko walaupun dia harus mengalami masa-masa sulit. Roh Kuduslah yang membuatnya tidak ragu akan firman Allah. Roh Kudus telah membawa dia kepada pertunangan dengan Yusuf. Saat itu dengan jelas dan tegas apa yang harus dihayati dan dialaminya dalam iman selama hidupnya sebelum bekerja sama secara peka dengan ilham Roh Kudus. “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau.” (Luk 1:35)

Berdasarkan pengalaman nyata yang sering kita jumpai dewasa ini, jikalau seseorang telah dipenuhi dengan Roh Kudus maka kehidupannya menjadi berubah, segala yang dilakukannya penuh dengan kebaikan dan sukacita sehingga sukacita itupun terpancar keluar dan orang lain dapat merasakan sukacita tersebut. Demikian pula dengan Maria, ketika Roh Kudus menggerakkan dia untuk mengunjungi Elisabet saudarinya yang tengah mengandung karena kasih karunia Allah, merasakan pancaran kuasa Roh Kudus. Dia mengatakan bahwa ketika Elisabet mendengar salam dari Maria maka melonjaklah bayi yang dalam kandungannya dan kemudian Elisabet dipenuhi dengan Roh Kudus (Luk 1:44). Sejarah ini memberi kesaksian nyata akan kehadiran Roh Kudus dalam hidup Maria. Suatu hubungan intim antara Maria dan Roh Kudus yang sangat nyata sehingga hanya dengan kehadirannya saja membawa efek yang tidak terbayangkan sebelumnya; anak di dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan dan Elisabet sendiri juga dipenuhi dengan Roh Kudus. Sungguh kenyataan yang tidak dapat dilukiskan. Semakin nyatalah bahwa Maria adalah seorang Kristen Karismatik yang ideal bukan saja karena Roh Kudus yang memenuhi dan menguasai seluruh hidupnya, tetapi juga karena ia menyalurkan kuasa Roh Kudus kepada orang lain sehingga orang lain pun kepenuhan dengan Roh Kudus.

Roh Kudus adalah sumber sukacita. Dimana Roh Kudus hadir, disitulah sukacita penuh. Hukum Taurat menentukan bahwa wanita hamil diluar pernikahan harus dirajam dan dalam keadaan itu justru Maria penuh dengan syukur dan pujian kepada Allah. Disinilah semakin jelas kehadiran Roh Kudus dalam diri Maria. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Maria tidak meragukan firman Allah. Roh Kuduslah yang memenuhi hati Maria dengan pujian dan syukur serta mendorongnya untuk melagukan Magnificatnya.

Pada saat suci ketika Sabda Allah dikandung di dalam rahimnya, Maria mengalami bahwa Roh Kudus tidak hanya hadir, tetapi juga mengerjakan pengilahian dalam dirinya. Pada saat itu ia mendapatkan kerajaan Allah yang mulia dalam dirinya. Selanjutnya, bersama dan oleh Roh Kudus, Perawan Maria melahirkan Sang Putra Allah. Roh Kuduslah yang menyuburkan rahimnya untuk melahirkan Penyelamat bangsanya, pemimpin suatu kerajaan kekal (bdk. Luk 1:35-48).

Karena Roh Kudus yang memenuhi Maria maka Maria dihidupi oleh kehidupan Allah sendiri secara lebih lengkap. Ia diberi pengertian lebih lengkap tentang peranannya dalam sejarah keselamatan. Karena dipenuhi oleh Roh kudus, Maria memiliki kasih Allah sendiri yang menguduskan dia sebagai tempat kediaman-Nya. Karena dinaungi oleh Roh Kudus itulah Maria menerima kekuatan untuk menghayati pembaktiannya yang baru sebagai Bunda Mesias.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting